Monday, April 23, 2012

Belajar di Pesantren, Siapa Takut?

Oleh: Siti Salmiah

Heboh Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK belumlah usai. Hal yang paling mendebarkan saat ini tentu saja menunggu hasil ujian yang akan diumumkan kemudian, sedangkan untuk tingkat SD/MI UN belum dimulai lagi. Selain memikirkan hasil UN ini, sebagian dari orang tua siswa dan siswa itu sendiri juga dibingungkan tentang rencana kemana akan meneruskan pendidikan lagi setelah selesai dari jenjang setingkat SD/MI atau SMP/MTs ini? Beraneka ragam lembaga pendidikan mungkin sudah berkeliaran didalam pikiran orang tua siswa dan siswa itu sendiri, namun ada juga yang belum memiliki gambaran sama sekali.

Sebagai putri daerah yang berasal dari Rokan Hilir, Mia (Siti Salmiah) ingin berbagi pengalaman belajar  di Pondok Pesantren Darel Hikmah Pekanbaru. Mia adalah lulusan MTs Al-Washliyah Desa Sungai Majo Kec. Kubu Babussalam asuhan Ust. Mahmud Intin pada tahun 2010 lalu. Setelah lulus dari MTs tersebut, Mia diusulkan oleh abang Mia, Husni Tamrin untuk meneruskan ke Pesantren saja, dan usulan ini juga diridhoi oleh orang tua Mia yang tercinta, Apak Jamil dan Omak Naimah. Walaupun waktu itu Mia ragu, namun akhirnya Mia tetap melangkah maju.

Bulan Juli 2010 adalah awal Mia belajar di Pondok Pesantren Darel Hikmah untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA). Perlu diketahui bahwa di Pondok Pesantren Darel Hikmah ini tersedia jenjang pendidikan untuk tingkat TK, SD, MTs, MA dan SMK. Dan kehidupan di Pesantren tentu saja berbeda dengan kehidupan di rumah atau di rumah kos. Kebetulan di Pondok Pesantren Darel Hikmah ini semua siswa atau santri-nya wajib untuk tinggal di asrama yang sudah disediakan oleh pihak Pondok Pesantren.

Di Pondok Pesantren ini pulalah Mia dibina dan dididik oleh para ustadz dan ustdzah selama 24 jam. Kehidupan di Pesantren penuh dengan kegiatan-kegiatan yang bernilai pendidikan, mulai dari bangun pagi sampai kita tidur lagi di malam hari. Di pesantren ini makan minum sudah disediakan, walaupun tak jarang kita bertemu dengan sayur tahu dan tempe, namun itu juga dalam rangka membina nafsu makan kita untuk tidak terlalu rakus pada semua makanan.

Semua santri diwajibkan untuk mengikuti shalat berjamaah lima waktu di mesjid Darul Hikmah. Setelah melaksanakan shalat subuh, semua santri MTs mengaji Al-Quran di mesjid dan santri MA/SMK wajib mengaji dan membahas Kitab Kuning di kelas dibimbing oleh ustadz dan ustadzah. Setengah jam setelah itu barulah santri bersiap-siap sarapan pagi, dan mengikuti sekolah formal di kelas yang juga berada di dalam komplek Pondok Pesantren Darel Hikmah itu. Belajar formal untuk tingkat SD/MTs/MA/SMK di Pesantren ini dimulai dari jam 7.15 pagi sampai jam 12.00 siang. Setelah itu semua santri wajib mengikuti shalat zuhur berjamaah di mesjid dan setelah itu barulah makan siang, yang masakannya sudah disiapkan dari dapur umum Pondok Pesantren.

Kemudian pada jam 1.45 siang sampai jam 3.00 sore belajar formal lagi. Setelah itu barulah istirahat untuk shalat ashar. Setelah shalat ashar, santri dipersilahkan untuk mengikuti kegiatan tambahan sesuai dengan minat dan bakatnya, seperti tilawatil Qur’an, pencak silat Tapak Suci, Pramuka dsb. Namun ada juga sebagian santri yang menggunakan waktu itu untuk mencuci pakaian atau belajar kelompok. Kemudian sebelum shalat maghrib, para santri terlebih dahulu makan malam, sehingga setelah maghrib menjelang shalat isya, santri MTs mengaji Al-Quran di mesjid sedangkan santri MA/SMK kembali mengaji dan membahas Kitab Kuning.

Setelah shalat isya, semua santri akan diberikan tambahan kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dan kemudian belajar malam baik di mesjid ataupun di kelas yang diawasi juga oleh para majelis guru yang memang tinggal di dalam komplek Pondok Pesantren itu. Pada jam 10.30 malam, semua santri sudah harus kembali ke asrama masing-masing dan tidur. Di pesantren ini komunikasi sesama santri diwajibkan menggunakan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Dan hal lain yang perlu diketahui bahwa santri hanya boleh pulang ke rumah satu kali dalam sebulan dan harus dijemput oleh orang tua atau wali santri yang bersangkutan.

Adapun biaya pangkal untuk masuk ke Pesantren ini, kalau tahun lalu itu sebesar Rp. 5.800.000, biaya itu termasuk untuk pengadaan ranjang, kasur, bantal, lemari untuk menyimpan buku dan pakaian serta biaya makan, minum, pendidikan untuk satu bulan. Sedangkan untuk pakaian resmi sekolah lima stel pakaian Rp.1.000.000 dan untuk buku-buku lebih kurang Rp.1.000.000 juga. Adapun biaya tinggal, makan, minum, pendidikan setiap bulannya Rp.450.000.  Persyaratan utama masuk ke Pesantren ini tentu saja harus lulus tes membaca Al-Quran dan wawancara.

Bagi adik-adik yang berminat untuk masuk ke Pondok Pesantren Darel Hikmah Pekanbaru, segara daftarkan diri adik-adik, bawa photo kopi Buku Lapor, photo kopi Akte Lahir, Pas Photo 3x4=4 lembar dan datang langsung ke Pondok Pesantren Darel Hikmah Pekanbaru, Panam, berdekatan dengan Mall MTC Giant dan UNRI. Adik-adik akan langsung dites oleh Panitia Penerimaan Santri Baru dan akan langsung diumumkan pada hari tes itu juga lulus atau tidak lulusnya. Jangan sampai terlambat, sebab setiap tahun hanya 450 orang yang bisa diterim. Jadi siapa yang duluan mendaftar, dialah yang lebih berpeluang untuk masuk ke Pesantren ini. Welcome to Darel Hikmah Islamic Boarding School, Pekanbaru.*

Penulis adalah Santriwati Kelas XI IPS Madarasah Aliyah Darul Hikmah Pekanbaru, dari Kec. Kubu Babussalam, Rokan Hilir.

No comments: