Oleh: Zamhasari J. Naimah
Oh, engkaulah obor itu
Terang .....
Tak redup, tak terang
Semua terserah padamu
Kadang kau padam
Kadang kau menyala terang benderang
Kala itu .....
Aku tak tahu banyak tentangmu
Seiring perputaran waktu
Kau menerangi kegelapanku
Kau buka cakrawala pemandanganku
Kau singkap tabir kemalasanku
Kau giring aku ke lembah buku-buku
Kau telah banyak merubah jalan hidupku
Jalan yang selama ini ku cari
Dan ingin ku lewati
Cahayamu terlalu terang bagiku
Bagiku yang tahu menghidupkanmu
Kalaupun engkau dikata gelap
Karena mereka tak tahu dimana sumbumu
Mungkin seribu hari kita bersama
Tertawa dan bercanda
Sengketa boleh dikata tak pernah ada
Ku tinggal engkau dalam merana
Aku juga pergi dengan sederhana
Kau ajari aku untuk memanusiakan manusia
Melalui tulisan dan kata-kata
Ku dengar engkau akan pergi
Pergi tak tahu kapan kembali
Maafkan aku tak dapat mengantarmu
Aku yakin engkau memahamiku
Bila disini kau memang telah tiada
Ku harap nanti kita bersua
Di meja diskusi dan konferensi
Bagiku engkau adalah obor
Obor hati dan reformasi
Sungguhpun engkau di seberang India
Ku tunggu cahayamu di rumah maya kita
Bagiku engkaulah obor itu
Green Crescent, 19 Desember 2006
Pukul 23.55
Pukul 23.55
No comments:
Post a Comment